Enzo

Enzo
my character just same like me

Senin, 24 Maret 2014

Si Mamat (Part 1)

Si Mamat  -  part 1
     Mamat adalah seorang sarjana komputer fresh graduate dari salah satu kampus swasta di kota malang. Dia merasa lega karena kelulusan itu, rumitnya sejumlah bahasa pemrograman di waktu kuliah cukup membuat otak mamat menderita.
    Seperti para fresh graduate pada umumnya, dalam beberapa minggu terakhir sudah banyak situs-situs internet tentang lowongan pekerjaan di internet yang di ubek-ubek mamat. Dalam hati semoga ada kerjaan yang tak terlalu rumit, boleh berbau bahasa pemrograman seperti di bangku kuliah dulu, asal sedikit saja. “Masih panas ini otak kalo ketemu pemrograman lagi” kata mamat dalam hati. Setelah beberapa hari mamat menemukan sebuah lowongan kerja tidak tau dari perusahaan apa, yang jelas lowongan yang dibuka untuk posisi content writer. “Mantab ini, keliahatannya cocok ni ma saya” seru mamat, masih didalam hati. Dan salah satu persyaratan untuk melamar pekerjaan itu mamat harus megirimkan contoh tulisan hasil karyanya sendiri. Nah loh! “Apa iya saya bisa nulis? Apa iya saya ada sedikit bakat nulis? Mau nulis apaan?” kali ini diucapkan pelan oleh mamat di depan monitor laptopnya sambil ketok dahi.
     Karena emang tertarik dengan pekerjaan itu mamat putuskan “Oke saya coba”. Ia rasa ada sedikit bakat nulis dalam dirinya atau paling tidak dia pikir semua orang pasti punya jiwa seni yang dikit banyak bisa membantu seseorang untuk menulis. Dan malam itu mamat  akan mencoba untuk menulis.
Hari pertama
   Oke, laptop dinyalakan, ia memulai dengan melihat contoh-contoh tulisan bebas yang ada di internet, sebagai referensi. Tak lama dia buka beberapa contoh di putuskan untuk memulainya. Pertama, dia akan menentukan tema tulisannya. Mamat pun berfikir dan lama dia berfikir semakin tak ketemu apa tema atau apa yang harus ditulisnya. Sial katanya.

“Arghh.. Buntu..!!!”
“Ini jelas butuh keluar cari angin, mungkin ada bahan yang membantu” gerutu  si mamat yang tampak kesal dan kemudian ia bebaring di tempat tidur.
“Hah, mungkin dengan nonton televisi sebentar akan lebih baik, sapa tau ada ide dari situ” pikir mamat. Acara komedi kebetulan yang pertama kali muncul ketika televisi menyala. Tanpa sadar sudah jam 1 malam, ia pun mulai merasa lapar. “Banyol  juga ni acara, masak mie dulu deh sekalian laper ni perut” mamat pun turun ke dapur mengerjakan ritualnya tiap malam, bikin omelet mie telor. Ketika omelet ala mamat jadi, si mamat tak menunggu dingin, ia menghajar menu kesukaannya di malam hari itu. Setelah itu perut dia penuh, tubuhnya lemas kekenyangan, dan mengantuk kemudian tertidur. Hari pertama untuk menulis gagal alias fail.


Hari kedua
     Nah untuk malam ini si mamat merasa yakin setidaknya satu cerita dapat selesai ia tulis. Otak plus mata mamat agak segeran abis nongkrong ngopi ma canda-canda ringan dengan teman lama. Dan dari situlah dia merasa sudah bisa menentukan apa yang akan dia tulis dasyhat efek kopi. Mamat pun menyiapkan sedikit akomodasi untuk menemani ia mengerjakan tugas nanti malam.


Bersambung..

Hari kedua
     Nah untuk malam ini si mamat merasa yakin setidaknya satu cerita dapat selesai ia tulis. Otak plus mata mamat agak segeran abis nongkrong ngopi ma canda-canda ringan dengan teman lama. Dan dari situlah dia merasa sudah bisa menentukan apa yang akan dia tulis dasyhat efek kopi. Mamat pun menyiapkan sedikit akomodasi untuk menemani ia mengerjakan tugas nanti malam.


Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar