Si Mamat - part
1
Mamat adalah
seorang sarjana komputer fresh graduate dari
salah satu kampus swasta di kota malang. Dia merasa lega karena kelulusan itu,
rumitnya sejumlah bahasa pemrograman di waktu kuliah cukup membuat otak mamat
menderita.
Seperti para
fresh graduate pada umumnya, dalam
beberapa minggu terakhir sudah banyak situs-situs internet tentang lowongan
pekerjaan di internet yang di ubek-ubek
mamat. Dalam hati semoga ada kerjaan yang tak terlalu rumit, boleh berbau
bahasa pemrograman seperti di bangku kuliah dulu, asal sedikit saja. “Masih
panas ini otak kalo ketemu pemrograman lagi” kata mamat dalam hati. Setelah
beberapa hari mamat menemukan sebuah lowongan kerja tidak tau dari perusahaan
apa, yang jelas lowongan yang dibuka untuk posisi content writer. “Mantab ini, keliahatannya cocok ni ma saya” seru
mamat, masih didalam hati. Dan salah satu persyaratan untuk melamar pekerjaan
itu mamat harus megirimkan contoh tulisan hasil karyanya sendiri. Nah loh! “Apa
iya saya bisa nulis? Apa iya saya ada sedikit bakat nulis? Mau nulis apaan?”
kali ini diucapkan pelan oleh mamat di depan monitor laptopnya sambil ketok
dahi.
Karena emang
tertarik dengan pekerjaan itu mamat putuskan “Oke saya coba”. Ia rasa ada
sedikit bakat nulis dalam dirinya atau paling tidak dia pikir semua orang pasti
punya jiwa seni yang dikit banyak bisa membantu seseorang untuk menulis. Dan
malam itu mamat akan mencoba untuk
menulis.
Hari pertama
Oke, laptop
dinyalakan, ia memulai dengan melihat contoh-contoh tulisan bebas yang ada di
internet, sebagai referensi. Tak lama dia buka beberapa contoh di putuskan
untuk memulainya. Pertama, dia akan menentukan tema tulisannya. Mamat pun
berfikir dan lama dia berfikir semakin tak ketemu apa tema atau apa yang harus
ditulisnya. Sial katanya.
“Arghh.. Buntu..!!!”
“Ini jelas butuh keluar cari angin,
mungkin ada bahan yang membantu” gerutu si mamat yang
tampak kesal dan kemudian ia bebaring di tempat tidur.
“Hah,
mungkin dengan nonton televisi sebentar akan lebih baik, sapa tau ada ide dari
situ” pikir mamat. Acara komedi kebetulan yang pertama kali muncul ketika
televisi menyala. Tanpa sadar sudah jam 1 malam, ia pun mulai merasa lapar. “Banyol juga ni acara, masak mie dulu deh sekalian
laper ni perut” mamat pun turun ke dapur mengerjakan ritualnya tiap malam,
bikin omelet mie telor. Ketika omelet ala mamat jadi, si mamat tak menunggu
dingin, ia menghajar menu kesukaannya di malam hari itu. Setelah itu perut dia
penuh, tubuhnya lemas kekenyangan, dan mengantuk kemudian tertidur. Hari
pertama untuk menulis gagal alias fail.
Hari kedua
Nah untuk
malam ini si mamat merasa yakin setidaknya satu cerita dapat selesai ia tulis.
Otak plus mata mamat agak segeran abis nongkrong ngopi ma canda-canda ringan
dengan teman lama. Dan dari situlah dia merasa sudah bisa menentukan apa yang
akan dia tulis dasyhat efek kopi. Mamat pun menyiapkan sedikit akomodasi untuk
menemani ia mengerjakan tugas nanti malam.
Hari kedua
Nah untuk
malam ini si mamat merasa yakin setidaknya satu cerita dapat selesai ia tulis.
Otak plus mata mamat agak segeran abis nongkrong ngopi ma canda-canda ringan
dengan teman lama. Dan dari situlah dia merasa sudah bisa menentukan apa yang
akan dia tulis dasyhat efek kopi. Mamat pun menyiapkan sedikit akomodasi untuk
menemani ia mengerjakan tugas nanti malam.
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar